Pax Silica vs. WAICO: Pemanfaatan Persaingan Geopolitik dalam Pengembangan AI Indonesia
Putri Larasati Widhiasih, Fabya · 21 September 2026 · 1 menit baca
Persaingan AI global antara Amerika Serikat (AS) melalui Pax Silica dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui WAICO telah berkembang dari kompetisi teknologi menjadi kompetisi pembentukan arsitektur tata kelola AI global. Dihadapkan pada dilema polarisasi antara dua kekuatan besar tersebut, disertai dengan risiko yang muncul dengan adanya dua inisiatif tersebut, Indonesia perlu merancang strategi untuk mengoptimalkan pembangunan AI nasional tanpa mengurangi otonomi strategis maupun prinsip politik luar negeri Bebas Aktif. Berdasarkan analisis dengan menggunakan 5 Whys, akar masalah yang didapati adalah belum adanya strategi transisional untuk mengamankan akses teknologi global dalam membangun AI Nasional, tanpa mengurangi otonomi strategis Indonesia maupun menggeser posisi polugri Bebas-Aktif. Berdasarkan hasil analisis dengan MCDA, Indonesia perlu menerapkan Calibrated Dual Track Engagement Strategy, yaitu mengoptimalkan peran sebagai Founding Member WAICO sekaligus memperkuat kerja sama bilateral dengan AS pada sektor-sektor prioritas serta mengevaluasi keterlibatan yang lebih luas dalam Pax Silica maupun Joint Statement on AI Opportunity (JS on AI). Dalam hal ini, Kemenko Perekonomian bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian ESDM, dan K/L terkait lainnya perlu bersinergi untuk menyelaraskan strategi Calibrated Dual-Track Engagement dengan pembangunan AI nasional.
