Is Marriage Between Mitigation and Adaptation Necessary? (A Case Study of Asean-8 Countries)
Amanda Izumi Azalia · 21 September 2026 · 1 menit baca

Selama dua dekade terakhir, dampak negatif yang ditimbulkan oleh perubahan iklim terus mengalami pergeseran ke tingkat yang cenderung ekstrem. Tingkat kerentanan yang terus meningkat atas pergeseran tersebut mengakibatkan efek domino berupa turut meningkatnya tuntutan implementasi atas aksi mitigasi maupun adaptasi di wilayah ASEAN-8 (Indonesia, Kamboja, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand dan Vietnam). Dari hasil analisis, disimpulkan bahwa “marriage” antara mitigasi dan adaptasi memiliki potensi yang luas untuk menjadi alternatif penyelesaian urgensi pengimplementasiannya di wilayah ASEAN-8. Di Indonesia sendiri, kesinambungan antara aksi mitigasi dan adaptasi dapat dicapai melalui sinergitas kebijakan dan pembiayaan yang terbentuk melalui kolaborasi pemerintah Indonesia melalui pembentukan kelompok kerja yang terdiri dari Kementerian Lembaga terkait.
